AMarkets App

AMarkets App

Aplikasi perdagangan terbaik

Aplikasi perdagangan terbaik

peringkat aplikasi
Unduh

Strategi Rebound Fibonacci Retracement

Banyak sekali cara yang digunakan para trader dalam menggunakan Fibonacci Retracement, hal ini bisa dalam menentukan level entry, target profit yang diinginkan, serta masih banyak lagi. Penggunaannya juga dapat dilakukan pada beragam time frame dan dilakukan dengan mudah. Selain itu, masih ada satu lagi trik menggunakan arah balik Fibonacci Retracement yang sangat menarik.

Pembalikan arah atau rebound dari Fibonacci Retracement akan terjadi setelah pergerakan harga mencapai level retrace serta melampaui level-level Fibonacci, dan akan berbalik sesuai arah trend semula. Dengan melihat karakteristik pembalikan Fibonacci Retracement terhadap level-level Fibonacci, maka kita bisa mengembangkan strategi trading yang dimiliki oleh kita untuk bisa menerapkan Fibonacci Retracement yang cocok terutama untuk day trading. Oleh karena itu dalam penulisan kali ini kita akan membahas tentang pembalikan arah yang merupakan titik awal dalam melakukan entry posisi.

Pembalikan Arah Fibonacci Retracement

Teori Fibonacci Retracement, dijelaskan bahwa “setelah pergerakan harga bergerak naik/turun dan mencapai titik tertinggi/terendah, maka akan terjadi retracement pada level-level 23%, 38%, 50%, 62% atau 76% dari range total kenaikan/penurunan harga, sebelum akhirnya menembus level harga tertinggi/terendah”. Para trader biasanya melihat level tersebut dan mulai entry posisi saat harga berbalik arah pada level-level Fibo. Sudah tentu bahwa entry akan dilakukan setelah dikonfirmasi oleh indikator yang lain, atau formasi price action yang terbentuk pada level-level tersebut.

Pada contoh di bawah ini AUD/USD H1 di bawah ini, kita akan melihat arah yaitu itu support maupun resistensi yang menjadi acuan dalam pergerakan candle.

Gambar 1 – Pergerakan Trending Fibonacci

Setelah grafik harga AUD/USD mengalami retrace hingga level Fibo 23.6%, harga kembali naik sesuai arah tren semula. Perhatikan apa yang terjadi ketika harga kembali naik pada arah balik tersebut. Pertama-tama, harga menembus level 61.8 % kemudian terjadi pembalikan arah lagi Kembali ke level 23.6%. Lihat apa yang terjadi? Harga memantul Kembali lagi bullish mengikuti trend utama melewati level 50% menembus level 61.8% dan break menuju ke level 100% sebegai acuan take profit yang bisa diambil oleh para trader.

Gambar 2 – Rebound Fibonacci

Perhatikan pembalikan arah pada Fibonacci Retracement di atas, yaitu pada level Fibo 100% dan 61%. Apabila kita membuka posisi sell dengan acuan take profit dilevel 23.6% maka potensi profit sangat signifikan diperoleh oleh kita

Indikator Tambahan Dalam Rebound Fibonacci

Agar dapat memperoleh sinyal trading yang lebih akurat, maka kita bisa menggunakan indikator teknikal tambahan sebagai filter. Dikarenakan sifat Fibonacci Retracement yang bisa diterapkan pada semua time frame, maka kita bisa melihat pergerakan harga yang lebih jelas dengan time frame yang lebih rendah agar pengamatan lebih optimal. Dibawah ini adalah penambahan indikator tambahan sebagai filter dalam penggunaan Fibonacci Retracement:

Gambar 3 – Gabungan Fibonacci dengan Stochastic

Dalam kasus ini indikator Stochastic digunakan sebagai tambahan untuk Fibonacci. Hasilnya, kita bisa melihat bahwa Stochastic memberikan informasi yang bisa disingkronisasikan dengan Fibonacci. Dimana apabila kita lihat bahwa saat Stochastik berada di area overbought memberikan arahan yang lengkap bahwa tendensi bearish akan terjadi. Begitu pula saat crossover yang terjadi dan Fibonacci berada di level 23.6% menandakan bahwa pembalikan arah akan terjadi dan bullish sangat kuat untuk tendensi berikutnya.

Penutup

Banyak sekali cara yang digunakan para trader dalam menggunakan Fibonacci Retracement dengan tujuan utama yaitu memperoleh sinyal yang tepat sehingga bisa menjadi acuan dalam entry trading kita. Rebound atau pembalikan arah dari Fibonacci Retracement merupakan salah satu titik poin yang bisa dijadikan sebagai entry dalam hal tersebut.

Disaat rebound maka ini merupakan sinyalemen untuk para trader melakukan open posisi. Penggunaan strategi rebound akan lebih akurat apabila dikombinasikan dengan indikator lainnya misalnya stochastic sehingga memberikan filter yang lebih akurat dalam pengambilan keputusan trading. Demikian penjelasan singkat yang bisa disajikan untuk Anda, semoga artikel tentang Strategi Rebound Fibonacci Retracement bermanfaat untuk kita semua.