AMarkets App Aplikasi perdagangan terbaik
Stars 4.9

Ketegangan Tarif Mereda Seiring Eropa Mempertimbangkan Tanggapan terhadap Tekanan AS

us tariffs for europe

Ketegangan tarif antara Amerika Serikat dan Eropa mereda setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan penarikan diri dari rencana untuk memberlakukan bea masuk baru, menyusul penolakan keras dari para pemimpin bisnis Eropa.

Kelompok industri Eropa percaya bahwa Uni Eropa harus siap untuk membalas apa yang mereka sebut sebagai “pemerasan” ekonomi, bahkan ketika seruan untuk de-eskalasi semakin meningkat.

Perselisihan semakin memanas setelah Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif 10% pada enam negara Uni Eropa, serta Inggris dan Norwegia, mulai 1 Februari. Sebagai tanggapan, Uni Eropa membekukan kesepakatan perdagangan Uni Eropa-AS dan mempertimbangkan untuk menggunakan Instrumen Anti-Koersi (ACI), yang memungkinkan untuk memberlakukan sanksi perdagangan yang luas. Situasi mereda pada Rabu malam setelah Trump menarik kembali ancaman tarif tersebut.

Para pemimpin bisnis Eropa menekankan bahwa semua instrumen pertahanan harus tetap dipertimbangkan. Volker Treier, kepala perdagangan luar negeri di Kamar Dagang dan Industri Jerman, mengatakan Uni Eropa harus meninjau semua mekanisme pertahanan perdagangan, termasuk ACI, sambil menekankan bahwa mekanisme tersebut hanya boleh digunakan sebagai upaya terakhir. Yang lain menggemakan perlunya kesiapan yang dipadukan dengan pengekangan.

tariffs for europe

Perwakilan industri Norwegia dan Jerman memperingatkan bahwa Eropa harus bertindak tegas jika kepentingannya terancam. Bertram Kawlath, presiden asosiasi industri VDMA Jerman, mengatakan Eropa tidak boleh menyerah pada tekanan AS, dengan alasan bahwa konsesi hanya akan mengundang tuntutan lebih lanjut. Ia juga mendesak Komisi Eropa untuk memeriksa apakah ACI dapat diterapkan jika ketegangan kembali meningkat.

Kelompok-kelompok bisnis memperingatkan bahwa pemberlakuan kembali tarif dapat berdampak ekonomi yang signifikan. Kamar Dagang Inggris memperkirakan bahwa tarif 10% dapat merugikan perusahaan-perusahaan Inggris sebesar £6 miliar, dan meningkat menjadi £15 miliar jika bea masuk dinaikkan menjadi 25% di kemudian hari. Para analis juga mencatat bahwa kepemilikan aset AS yang besar oleh Eropa dapat memberikan pengaruh dalam setiap tindakan balasan.

Para pemimpin industri Jerman memperingatkan bahwa tarif baru AS akan semakin mengganggu perdagangan transatlantik, khususnya di sektor-sektor yang sudah menghadapi bea masuk baja dan aluminium yang tinggi. Dengan biaya birokrasi yang juga membebani eksportir, lebih dari setengah dari seluruh ekspor mesin dapat terpengaruh, yang menggarisbawahi taruhan yang ada karena kedua belah pihak berupaya menghindari eskalasi baru.